Saturday, May 21, 2016

Keluarga Tak Kasat Mata - TAMAT

Sumber : Kaskus - Diary Misteri - Keluarga Tak Kasat Mata - Bagian 13 (TAMAT)

Entah perjanjian apa yang dibuat antara Langgeng dengan Bapak sehingga Ibu Suminah merasa sangat tertekan dengan segala kekayaan yang ia terima sekarang. Mungkin karena gelap mata atau semacamnya membuat Bapak lupa akan perjanjian yang sudah disepakati antara beliau dengan Langgeng (tentang detailnya ane kurang tau karena yang bersangkutan tidak mau diungkap terlalu banyak masalah ini). Dan dari sinilah efek dari kekayaan instan terjadi.

Bagian 13 - Alkisah Kemudian Hari


Seperti merasa dikhianati perjanjiannya, sosok Langgeng yang sempat ane kira baik itu murka menjadi-jadi. Beliau seperti menuntut apa yang sudah dijanjikan Bapak waktu membuat perjanjian dengan dia. Ane gabisa jelasin panjang lebar disini ... yang jelas waktu Bapak mulai mengabaikan perjanjian dengan Langgeng, satu persatu anggota keluarganya meninggal satu persatu (dari anak-anaknya terlebih dahulu). Ane pribadi juga melihat sendiri bagaimana mereka meninggal saat itu, tapi untuk menghormati mereka ane akan tutup mulut soal kasus tersebut.

Yang jelas mereka adalah korban Langgeng atas perjanjian yang sudah dibuat. Menurut penuturan dari Om Hao selaku orang yang bisa melihat melalui mata batin, semua korban Langgeng dimakan sukmanya. Sehingga jasad yang ditinggalkan di dunia nyata ini tidak sepenuhnya jazad nyata, dalam konteks ini digambarkan sebagai pelepah pisang. Pernah suatu waktu satu anggota keluarga mencoba membuktikan kebenarannya saat sedang memandikan jenazah. Konon jika memang korban pesugihan, kala dipotong salah satu anggota tubuhnya jasad tersebut akan berubah menjadi pelepah pisang dan memang benar adanya. Tapi untuk menghargai para pelayat waktu itu, jenazah tersebut tetap dibungkus kain kafan selayaknya manusia untuk menyimpan curiga.

Keluarga Tak Kasat Mata - Bagian 12

Sumber : Kaskus - Diary Misteri - Keluarga Tak Kasat Mata - Bagian 12

Ane masih inget bener waktu ane menceritakan cerita ini dari awal hingga akhir, flow teror mental yang ane alamin sangat-sangat membuat ane gila. Kehidupan, pekerjaan, bahkan jam tidur mendadak menjadi berantakan - dan puncaknya ane mendapat gangguan yang sempat membuat ane trauma (seperti yang udah ane ceritakan di part 9). Sempat berfikir untuk mengakhiri kisah ini dengan sejuta pertanyaan di benak ane yang belum bisa ane pecahin sendiri. Pertanyaan tentang sejarah adalah bagian yang tidak pernah mau ane tau lebih dalem, buat apa ngerti kaya gitu juga. Ane juga ga bakalan kepo-kepo banget, toh ane udah hidup di jaman modern sekarang ... buat apa juga kan ngungkit-ngungkit kejadian yang ane sendiri tidak pernah tau kebenarannya?

Tapi semakin ane ga mau bercerita, pikiran ane malah semakin kacau menjadi-jadi. Ane sempet nangis waktu itu, karena pikiran ane selalu dipaksa untuk masuk ke sebuah kejadian dimana ane bisa melihat dengan sangat jelas apa saja yang pernah terjadi di tempat itu.

“Baik.. Kalo memang maksud dari semua ini baik, kenapa tidak? Saya tidak keberatan, tapi tolong bantu saya agar saya bisa menerima ini semua dalam tahapan wajar saya sebagai manusia biasa” entah ane ngomong sama siapa waktu itu, tapi yang jelas ane ngomong gitu sendiri – Ente beranggapan ane gila it’s okay, karena memang ini semua ane ga pernah minta dan semua sudah diluar nalar.

Dan tidak lama setelah ane menjadi gila karena sering ngomong sendiri. Ane sempet curhat tentang masalah ini ke Mba Indigo, dan dia membenarkan semua pengakuan “hal-hal diluar nalar” yang terjadi baru-baru ini.

Beliau bertutur kepada ane, “Ya kemarin mba juga di datengin sama mereka. Mereka Cuma mau kenalan aja kok. Sudah intinya memang sudah digariskan. Kamu jalani saja semampu kamu, ikuti kata hati kamu. Pesen mba, jangan pernah ceritakan tentang beberapa sosok yang memang sensitif. Nanti kamu diikutin lagi malah repot.”

Seketika mendengar perkataan Mba Indigo, antara takut & percaya diri bercampur menjadi satu. Karena waktu itu ane Cuma percaya sama perkataan beliau perihal gaib, selaku beliau memang diberikan bakat istimewa untuk melihat & berinteraksi dengan mereka. Dan ane putuskan untuk maju terus, karena dalam hati ane sangat yakin semua ini pasti akan ada hikmah & amanahnya untuk kita semua.

Friday, May 20, 2016

Keluarga Tak Kasat Mata - Bagian 11

Sumber : Kaskus - Diary Misteri - Keluarga Tak Kasat Mata - Bagian 11

Tiga Belah Sejarah

Perkenalkan, nama saya Langgeng. Kalian boleh mengenal saya dalam cerita ini, tetapi jangan pernah sekalipun kalian mencoba menyebut nama saya atau menebak persepsi tentang saya di kehidupan nyata. Karena sudah digariskan dalam persetujuan antara saya dan Ibu Suminah, beberapa manusia sudah dipilih untuk menceritakan kisah ini. Sebuah kisah yang sudah terkubur lama oleh waktu & mungkin sudah saatnya kebenaran harus diungkapkan.


13/13/13

play dulu deh 1 set playlist biar petualangan kita seru

Sekali lagi melalui sebuah keajaiban, ane diperbolehkan kembali melintasi ruang & waktu. Menuju ke banyak experience metafisika yang kemudian membukakan mata ane akan sisa cerita – Ya.. Entah bagaimana semua ini bisa terjadi, waktu itu ane bisa bertemu dengan seseorang pria berbadan tinggi, besar, dan tegap. Dengan rambut panjang hampir sepinggang. Satu sosok yang bisa ane bilang sangar, sesangar-sangarnya manusia deh pokoknya.

Keluarga Tak Kasat Mata - Bagian 10

Sumber : Kaskus - Diary Misteri - Keluarga Tak Kasat Mata - Bagian 10

Ekspansi Visual



Play musicnya untuk masuk ke alam mimpi ane lebih dalam lagi

Lewat mimpi mungkin ane bisa sedikit bervisual.

Akan tetapi, jangan terlalu diilhami terlalu dalam & sapalah "mereka" yang mungkin sedang ikut membaca cerita ini. Karena percaya tidak percaya setiap kita mencoba berinteraksi dengan mereka, mereka dengan tanggap akan memposisikan diri di samping anda sekarang.

Berat untuk membuka mata, antara perasaan takut & cemas tentunya. Ane merasa ada sesosok wajah yang sedang menanti-nanti waktu dimana ane membuka kelopak mata ane. Dan benar saja, ketika ane terbangun.. Ane berada di ruang tamu dengan kondisi gelap gulita. Jika ini memang mimpi tolong bangunkan ane sekarang juga!

Keluarga Tak Kasat Mata - Bagian 9

Sumber : Kaskus - Diary Misteri - Keluarga Tak Kasat Mata - Bagian 9

Menerka Logika


Semarang, beberapa hari yang lalu ane terduduk diam di bangku kerja tempat ane bekerja sekarang ini. Meja yang penuh dengan corat-coret ide ide konyol seputar dunia ekspor-impor sungguh memaksa ane untuk segera merealisasikannya dalam bentuk yang nyata. Ya begitulah hidup sebagai karyawan kantoran, 1 X 24 jam dalam sehari seakan masih belum cukup rasanya bagi ane. Ketika rekan-rekan yang lain memilih untuk pulang & beristirahat.. Ane sendiri masih ngeyel untuk stay di kantor demi deadline konsep pribadi yang tentunya akan menambah pundi-pundi penghasilan kedepannya ( Amin! Sekalian berharap dapat uang tambahan lembur gitu, bos baca bos hehe).

Keluarga Tak Kasat Mata - Bagian 8

Sumber : Kaskus - Diary Misteri - Keluarga Tak Kasat Mata - Bagian 8

Vakansi


Kalo ada yang nanya apa kegundahan ente waktu kerja disana, plus setiap hari ngeliat begituan? Jawabannya adalah rute perjalanan pulang ketika ane harus pulang tengah malem sendirian (kebetulan waktu itu ane ngontrak rumah di daerah Pandega Karya). Ga ada pilihan jalan yang keliatannya enakan dikit buat pulang karena emang semuanya beresiko. Pilihan pertama adalah lewat ringroad (kondisi fly-over sedang dibangun) jadi untuk bisa muter balik cepet ke arah jakal ane harus puter balik lewat kolong jembatan gelap dulu. Antara dibegal, meninggal, terus dibuang kali kalo lewat sana.. atau dikasih liat penampakan wanita yang katanya sudah menjadi urban legend disana, jadi ane ga pernah ambil rute ini kecuali lagi bareng-bareng. Pilihan kedua, lewat selokan mataram.. juga bukan alternatif yang ane ambil karena terlalu jauh kecuali kalo udah saking takutnya. Jadi ane biasanya ambil rute jalan tembus yang sebenernya super ngeri ini, tapi seenggaknya ga ada begal disitu hehe. Rutenya lumayan mencekam, apalagi setelah mendengar cerita-cerita tentang daerah tersebut jadi pasti agak parno kalo lagi naik motor sendirian.

Keluarga Tak Kasat Mata - Bagian 7

Sumber : Kaskus - Diary Misteri - Keluarga Tak Kasat Mata - Bagian 7

Play dulu & bacalah tulisan dibawah dalam hati

Seribu Kepala Berjalan

“Tubuh ini berjalan tanpa bayang, dalam kegelapan malam bersembunyi. Terkadang ada yang melihat penuh geram, dan terkadang ada yang menertawakan dengan girang. Mungkin lebih baik aku dengan segala ketidaksempurnaan ini, mencoba menyapa kalian semua di alam bawah sadar.”


Sejenak ane & temen-temen berpikir bahwa semuanya sudah pernah kita jumpai selama ini. Tapi hanya satu, barisan sajak diatas semakin menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah berhenti untuk hidup berdampingan dengan kita. Hampir sepuluh pemuda menjadi saksi bisu atas kejadian malam itu. Sesaat kami diam & melongok ke arah lantai dua dimana kami semua tanpa sengaja telah berkontak dengan sesosok wanita anggun yang tidak pernah kita ketahui rupanya.